TES KRAEPLIN (KRAEPLIN TEST)
Tes kraepelin (Kraeplin Test) diciptakan oleh seorang psikiater jerman bernama Emilie kraepelin pada tahun 1856 – 1926. Alat tes kraeplin ini terlahir karena adanya dasar pemikiran dari faktor-faktor yang khas pada sensori sederhana, sensori motor, perseptual dan tingkah laku. Pada mulanya merupakan tes kepribadian. Namun dalam pekembangannya telah berubah menjadi tes bakat, dengan cara merubah tekanan skoring dan interpretasi. Satu hal yang perlu anda ketahui bahwa tes kraeplin ini akan mengungkap beberapa faktor bakat diantaranya: kecepatan, ketelitian, keajegan, dan ketahanan kerja di dalam tekanan.
Pasti para pembaca akan bertanya-tanya Mengapa tes psikologi ini sering disajikan di setiap tes kerja? Jika ditanya demikian kami akan berkata ”Itu sebuah pertanyaan bagus, kami tidak akan menjawab secara detail mengenai itu. Dengan memahami penjelasan kami, bahwa hal ini kami lakukan, karena ada pembatasan dari beberapa kode etik yang harus dipatuhi. Tapi bagi pembaca belajar psikologi tidak perlu khawatir, karena kami akan memberikan beberapa tips sebelum anda melakukan tes ini:
1. Usahakan anda melakukan persiapan sehari sebelum dengan istirahat yang cukup
2. Perhatikan secara seksama instruksi dari penguji atau tester. Jujur sesuai dengan aturan yang telah disepakati, karena itu akan mempengruhi hasil tes.
3. Jangan terlalu tergesa-gesa dalam menjumlah, karena ketelitian menjumlah angka juga dibutuhkan.
4. Tetap fokus dengan lembar anda, jangan terpengaruh dengan peserta lain.
5. Atur ritme dalam pengerjaan. Dengan memahami ritme pengerjaan, maka anda akan lebih mudah menyelesaikannya dan mendapat hasil yang optimal.



Produk